Selasa, 08 Desember 2015

Borneo Sebuah Puisi

Borneo

Alammu kaya
Tetapi kau miskin
Hutanmu lebat
Tetapi tak terawat



Kandungan perutmu,
Bukan janin jabang bayi,
Benih-benih penyesak bumi
Tapi segala bijih-bijih murni,
Dan lendir fosil energi,
Yang membuat silau, petualangan memantau. . 

Kau bukan lagi perawan
Setelah kegadisanmu hilang
Bukan karena bercinta
Bukan karena senggama
Atau diperkosa. . .

Tapi dikoyak tangan-tangan rakus
Yang tak menyisakan nikmat
Bahkan tak pernah peduli makna martabat.

[Dikutip dari buku, "Impian Perawan: Kumpulan Cerpen", karya Nugroho Suksmanto, Hlm 77 - 78]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar